Jumat, 05 Juni 2015

+62 852 1145 2294 (Telkomsel), Jual Jaket Kulit Di Makasar

Jual Jaket Kulit Di Makasar


Jual Jaket Kulit Di Makasar, Jual Jaket Kulit Di Garut, Jual Jaket Kulit Di Bandung, Jual Jaket Kulit Di Jakarta, Jual Jaket Kulit Di Bekasi, Jual Jaket Kulit Di Depok, Jual Jaket Kulit Di Banjarmasin, Jual Jaket Kulit Di Balikpapan, Jual Jaket Kulit Di Bogor, Jual Jaket Kulit Di Yogyakarta, Jual Jaket Kulit Di Tangerang, Jual Jaket Kulit Di Pontianak, Jual Jaket Kulit Di Cirebon, Jual Jaket Kulit Di Semarang, Jual Jaket Kulit Di Surabaya, Jual Jaket Kulit Di Malang, Jual Jaket Kulit Di Samarinda, Jual Jaket Kulit Di Bandar Lampung.



Jakarta - Mempunyai pernikahan yang di cita citakan dgn beragam macam pernak-pernik pendukungnya pasti saja jadi dambaan bagi para perempuan. Bayangan berkaitan indahnya pernikahan telah terbersit, atau bahkan telah mengawali perencanaan yg matang. Namun macam mana bila yang diimpikan pernikahan ini datang dari perempuan yg belum mempunyai pasangan?

Sebut saja namanya Sari, yg mengaku berharap pernikahan bersifat tertutup sebab berharap suasana yg lebih sakral. Beliau serta berencana menggelar pesta di lokasi terbuka, seperti di taman atau tepi pantai. Bayangan ruang serta sudah ada di dalam benak. Sekian Banyak ruang yg jadi pilihannya merupakan Ancol, Kepulauan Seribu atau Bali. Alasannya dikarenakan dia mau mengakrabkan diri & menikmati pesta bersama-sama dgn para tamu undangan yg hadir nantinya.

Perempuan 29 th ini serta tak mengharapkan adanya pelaminan, sebab dirinya lebih menyukai berkeliling & berjumpa serta-merta dgn para tamu daripada mesti berdiri berjam-jam di atas pelaminan. Tamu yg diundang pula cuma sebatas keluarga & kawan-kawan terdekat.

Soal rencananya ini, Sari sudah membicarakannya kepada ibunda & sudah menyetujui niat putrinya itu. Sang ibu serta menyerahkan seluruhnya urusan berkaitan pernikahan kepadanya.

Utk gaun pengantin, perempuan yg bekerja di salah satu fasilitas cetak di Jakarta ini pun telah memikirkan rancangannya. Bahkan dia pula berencana utk mengenakan tiga pakaian pengantin yg tidak serupa.

"Aku sih inginnya kebaya canggih. Yg ada aksen payet-payetnya, dulu yg kerahnya tinggi, bidang belakangnya panjang & berbentuk hati, warnanya belum kepikiran, barangkali putih atau yg yang lain," ceritanya saat berbincang dgn Wolipop via telpon, Selasa (14/10/2014).

Tidak Hanya kebaya, perempuan kelahiran 1985 ini pula mau mengenakan pakaian kebiasaan. Tetapi belum terlintas pakaian rutinitas daerah mana yg bakal dikenakannya. Sedangkan busana pengantin yg ke3, perempuan asal Bali ini pilih gaun.

"Aku nyari-nyari gagasan gaun pengantin di internet atau instagram sih umumnya, konsisten jikalau ada yg bagus, saya simpan fotonya," paparnya lagi.

Meski telah merencakan pernikahaan impiannya, Sari belum tahu tentu kapan ia dapat menikah. Dikarenakan sampai waktu ini dia tetap belum mempunyai pendamping. Melajang tatkala tiga th menciptakan ia mengusahakan lebih konsentrasi utk bekerja & memperbaiki kehidupannya. Tetapi dirinya mengaku tak terlampaui pilih-pilih dalam urusan asmara. Baginya perbedaan suku & umur tak terlampaui jadi penghalang asalkan memiliki keyakinan yg sama.

Ide & gagasan pernikahan yg dipikirkan Sari terbilang telah lumayan matang walaupun sosok pasangan hidupnya belum didapati. Bagi sebahagian orang tabiat ini bisa jadi sedikit aneh atau unik, tetapi jikalau diliat dari segi psikologi, sebenarnya normal.

Menurut Psikolog Ayoe Soetomo, Meter.Psi., merencakanan pernikahan meskipun belum mempunyai kekasih yaitu factor yg wajar & dapat di terima oleh penduduk, walau tak seluruh perempuan melakukannya. Aspek ini justru menjadikan para perempuan lebih bersemangat & tak gampang menyerah utk mengakses diri dalam bersosialisasi yg memungkinan dia berjumpa tambatan hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar